Kamis, 13 Maret 2008

de stijl


Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl

ang kematian Theo van Doesburg.

(2)

1916, De Stijl

Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit Rietveld.

De Stijl adalah sebuah fenomena seni yang dimotori Theo van Doesburg dan Piet Mondrian ga berapa lama setelah perang dunia I. Intinya bagaimana sebuah karya seni lukis tidak lagi meniru bentuk-bentuk yang sudah ada di alam. Tapi melompat jauh dengan menyederhanakannya menjadi konsep ruang saja.

Hal yang menarik dari pelukis de Stijl adalah kemampuan mereka untuk memanipulasi penglihatan anda jauh sebelum optical art ditemukan pada tahun 1960an. Scroll mouse anda ke atas, perhatikan lukisan Composition with Yellow, Blue, and Red karya Piet Mondrian yang saya upload. Lalu gerakkan sedikit mata anda. Bisa melihat kumpulan bintang yang berkelap-kelip di antara kumpulan garis hitam? Cuaanggih! Hal seperti ini bahkan baru bisa dibahas berapa tahun lalu oleh penulis buku grafis Tatsu Maki.

De Stijl adalah gaya yang banyak dipakai oleh bangunan-bangunan publik di Kota Malang awal abad 20. Karakter gaya ini dibentuk oleh komposisi bidang-bidang persegi (kotak) dipadukan dengan unsur-unsur garis horisontal dan vertikal sehingga menjadi massa tiga dimensi yang dinamis. Penelitian ini berupaya mengungkap karakter De Stijl melalui komposisi elemen-elemen pembentuknya. Hasilnya diharapkan dapat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan studio perancangan arsitektur, terutama yang bertema kontekstual; dan memberikan sumbangan dalam perencanaan tata bangunan dan tata kota khususnya Kota Malang.

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Obyek yang diamati adalah Stasiun Kota Baru Malang, Gedung PLN, gedung kembar di perempatan Kayutangan (Bank ANK dan Pitt Stop), dan Toko Avia. Unit-unit yang diamati adalah gars, bidang, bentuk, dan tekstur fasade baik pada atp, badan maupun kaki bangunan. Penyusunan unsur-unsur tersebut ditinjau dari aspek-aspek komposisi seperti irama, ritme, simetri, keseimbangan (balance) dan proporsinya.

Penelitian ini menemukan bahwa bangunan bercorak De Stijl berupaya menghadirkan dinamika penyusunan elemen-elemen melalui komposisi bentuk prisma horisontal dipadukan dengan unsur menara yang kuat arah vertikalitasnya. Iramanya dibentuk oleh komposisi bidang dan bentuk yang ditonjolkan atau dimundurkan dengan memanfaatkan kantilever (sebagai climate modifier) untuk fungsi estetis, kolom-kolom struktural, dan dinding-dinding yang menonjol, bidang bukaan yang menjorok ke dalam serta garis tepi atap datar yang menonjol. Hasilnya sifat tiga dimensional massa bangunan menjadi lebih muncul. Pada bangunan Stasiun, Gedung PLN dan gedung kembar desain gaya komposisi dinamis garis, bidang, dan massa berhasil diciptakan dengan baik, tetapi pada Toko Avia, tidak muncul komposisi dinamis karena permukaannya didominasi oleh bidang datar kaca jendela dan dinding.

Ciri De Stijl:
Tidak representasional, tidak ilustratif ataupun naratif. Menggunakan bentuk-bentuk geometris, dengan konstruksi yang sangat teknis. Merupakan perkembangan dari aliran konstruktivism.

De stijl merupakan alat yang digunakan Piet Modrian untuk menyampaikan gagasannya tentang seni.

Mondrian awalnya dipengaruhi oleh kubisme Picasso, namun ia menghilangkan berbagai garis lengkung dan hanya menyisakan garis vertikal dan horisontal. Gaya ini disebut Neo Plastisisme.

Neo Plastisisme adalah bagian dari De Stijl yang menekankan kelenturan bidang dengan memanfaatkan garis vertikal-horisontal dan warna biru-merah-kuning-hitam-putih.

SEJARAH

Berdasar dari kesibukan gerakan seni baru yang diikuti sebuah persepsi baru melukis impresionisme yang revolusioner, kubisme timbul di awal abad ke 20 sebagai aliran baru yang penting dan berpengaruh di Belanda . Tetapi karena Belanda menganut paham netral di world war I, Seniman belanda tidak dapat meninggalkan negrinya setelah tahun 1914. Yang oleh sebab itu, secara efektif di isolasikan dari dunia seni internasional khususnya paris yang pada saat itu menjadi pusat seni internasional.

Selama periode isolasi tersebut, Pelukis Theo van Doesburg mulai mencari seniman lain untuk mendirikan jurnal dan memulai pergerakan seni. Van Doesburg adalah seorang pelukis, penyair, dan kritikus yang karya tulisannya mengenai seni lebih berhasil daripada karya seni independent nya. Ia pun cukup mahir untuk membuat kontak baru dikarenakan sifat flamboyannya dan keramah tamahanya yang telah berguna membangun banyak koneksi yang berguna di dunia seni.




Tidak ada komentar: